4 Pillars of NLP
Ada 4 pilar dalam NLP :
a. Pilar Pertama adalah Outcome (Tujuan)
Dalam hidup dan kehidupan manusia, memiliki
tujuan adalah menjadi penting, karena dengan tujuan itulah seseorang bisa lebih
terarah dalam menjalani kehidupannya. Jika seseorang tak mempunyai tujuan
hidup, maka ia akan terombang-ambing dalam ketidak jelasan. Ia tak tahu mau ke mana arah yang ia tuju.
Ibarat seorang penerjun payung yang ia sudah melesat meluncur dari pesawat yang mengangkutnya. Tentunya ia harus sudah punya sasaran yang ditentukan sebelumnya, di mana ia harus mendarat. Dengan tahu tujuan itu, maka ia pun tahu kapan saat yang tepat membuka parasutnya agar sampai di tujuan yang diinginkan dengan tepat.
Manusia membagi tujuan hidupnya dalam beberapa jangka. Ada jangka pendek, jangka menengah dan juga jangka panjang. Yang terpenting ada tujuan yang jelas yang ingin dicapai dalam hidupnya sehingga hidupnya memiliki arah yang jelas.
Adapun dalam hal menetapkan tujuan hidup, sebaiknya dirumuskan dengan SMART. Apa itu SMART ? SMART adalah akronim dari (Spesific, Measureable, Achievable, Realistic dan Time Bound/frame (memiliki ukuran waktu)).
Spesific artinya tujuan harus sespesifik mungkin,
jelas dan detail. Misalnya saja Anda mau bepergian dengan taxi. Pasti yang ditanyakan pertama adalah tujuan yang ingin dituju. Jika tujuan yang ingin dituju tidak jelas, mungkinkah akan sampai dengan lancar dan tepat waktu ? Atau mungkin malah tersesat ?
Measurable artinya tujuan dapat diukur
pencapaiannya. Ada alat ukur untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Bisa saja pencapaian sebelumnya, bisa saja karena sumber daya yang kita miliki untuk mencapainya, atau ada alat ukur yang dapat dibaca dan diterjemahkan untuk menentukannya.
Achievable artinya tujuan memang benar2 nyata
bisa diraih. Tujuan adalah sesuatu yang nyata dan jelas dapat diraih, bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai.
Realistic artinya Tujuan wujudnya nyata dan dapat
dirasakan dengan inderawi. Bukan sesuatu yang tidak masuk dalam nalar dan logika.
Time Bound artinya, untuk mencapai sebuah tujuan
hendaklah diberikan batasan waktu untuk mencapainya. Sehingga dengan diberikan batas waktu tersebut dapat dievaluasi pencapaian dan keberhasilannya.
Selain mengandung unsur SMART, dalam menentukan tujuan kita bisa menggunakan 5W + 2H (What, Where, When, Who, Why + How & How many/much).
Tentukan What (Apa yang ingin dicapai), apa sesungguhnya yang benar-benar ingin Anda capai ? Gambarkan dengan jelas dan rinci !
Where (Di mana hal itu dikerjakan), di mana hal itu akan dikerjakan atau diwujudkan ? Tetapkan tempatnya dan spesifikasi tempatnya secara rinci !
When (Kapan Anda melakukannya ?), tentukan kapan hal tersebut inigin Anda lakukan dan selesai Anda lakukan !
Who (Siapa atau dengan siapa
mencapai tujuan tersebut), siapa orang yang pas untuk mengerjakannya atau bersama siapa Anda akan melakukan pekerjaan tersebut. Pilihlah Sumber Daya Manusia yang tepat intuk mengerjakannya. "The Right Man in The Right Place".
Why (Apa alasan yang kuat untuk mencapai tujuan
tersebut), tentukan alasan yang kuat untuk melakukan hal tersebut atau sering disebut dengan 'Grand Why' atau 'Hot Button'.
dan How (bagaimana meraih tujuan tersebut, bagaimana cara Anda melakukan hal tersebut ? Hal ini kadang bersifat teknis sehingga harus disusun dengan jelas road map untuk mencapainya.
serta How Much / Many (Berapa banyak sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut).
b. Pilar yang kedua adalah Sensory Acuity (Kepekaan Indrawi).
Hendaknya apa yang ingin dicapai dapat dirasakan
dengan kepekaan indrawi. Misalnya dapat dilihat dengan jelas, dapat
didengar dengan jelas dan juga dapat dirasakan dengan rasa. Atau bahkan dapat dicium dan dikecap dengan jelas. Kepekaan indrawi akan terasah seiring dengan sering
digunakannya alat indrawi tersebut. Seperti diketahui, setidaknya
manusia memiliki 5 indra yang disebut dengan panca indera. Indera tersebut
sering disebut dengan VAKOG (Visual, Auditory, Kinesthetic, Olfactory dan
Gustatory). JIka sesuatu yang tidak dapat diindrai, berarti hal tersebut tidak kasat mata.
c. Pilar yang ketiga adalah Flexibility (Fleksibilitas).
Fleksibilitas artinya dalam mencapai tujuan yang diinginkan harus fleksible dalam cara untuk mencapainya. Artinya tidak mengunci sebuah cara pencapaian hanya dengan satu cara tertentu saja. Padahal mungkin masih sangat banyak cara lain untuk mencapai tujuan tertentu tersebut. Ibarat kata pepatah “banyak jalan menuju Roma”. Ada pepatah mengatakan, target boleh kaku, namun cara harus fleksible.
d. Pilar keempat adalah Rapport (Keterhubungan).
Membangun keterhubungan adalah hal yang sangat penting dalam berkomunikasi. Karena dari keterhubungan yang baik maka dapat memperlancar komunikasi baik intrapersonal maupun interpersonal. Penolakan dalam komunikasi menandakan kurangnya terbangun keterhubungan/kedekatan. Maka perbaikilah kualitas keterhubungan kita dengan orang lain.
Hal yang bisa dilakukan dalam membangun keterhubungan antara lain dengan cara membangun kesamaaan. Kesamaan pola gerak, kesamaan pola nafas, kesamaaan penampilan, dll.
Kita juga bisa melakukan Teknik Matching dan Mirrorring (Menyelaraskan atau menyamakan seperti kondisi bercermin dengan kondisi lawan bicara kita). Dari terbangunnya kesamaaan, maka akan terbentuk kedekatan/keterhubungan dengan lawan bicara kita dengan baik.
Demikian sekilar tentang 4 Pillars dalam NLP.
Tabik,
H. Raden Zakky Rahman, CHt (IACT-USA), CI, CT.NNLP