Terminasi adalah suatu prosedur yang harus dilakukan dalam setiap kegiatan hipnosis. Terminasi merupakan prosedur untuk “mengeluarkan” klien dari kondisi hipnosis. Hanya meminta klien membuka mata atau melakukan sesuatu tidak berarti terminasi telah dilakukan. Klien bisa membuka mata dalam keadaan trans. Ini berarti “membuka mata” diterimanya sebagai instruksi, bukan terminasi. Banyak hipnotists atau hipnoterapis pemula yang “menyadarkan” klien tanpa terminasi yang baik. Akibatnya, klien mengalami gejala psikosomatis lain yang cukup mengganggu. Hal ini disebabkan oleh adanya dorongan-dorongan sugestif dari pikiran bawah sadar yang mungkin digunakan saat terapi tapi tidak berguna lagi saat klien sudah keluar dari kondisi hipnosis. Lalu bagaimana seharusnya terminasi itu dilakukan? Berikut ini kami berikan penjelasan dan prosedur dasarnya.
Kita menyadari bahwa dalam proses uji sugestibilitas, induksi, dan pendalaman hipnosis, kita banyak memberikan instruksi, sugesti, dan instruksi sugestif. Kita menggunakan hal-hal ini untuk menginduksi, untuk mendalamkan kondisi hipnosis klien, untuk menempatkan klien pada kondisi yang paling ideal untuk menerima perlakuan berbasis hipnosis. Sementara itu, kita juga memberikan sugesti pasca hipnosis kepada klien yang akan dipicu atau terealisasi setelah klien terbangun dari kondisi hipnosisnya. Tanpa terminasi yang baik, klien tidak hanya mengalami efek sugesti pasca hipnosis, tetapi klien juga akan mengalami efek sugesti dalam proses hipnosis.
Sugesti dan instruksi sugestif secara umum disebut sebagai “rutin”. Rutin ini merupakan komponen-komponen yang bekerja agar klien dapat menerima sugesti pasca hipnosis atau desain pikiran bawah sadar. Setelah klien keluar dari kondisi hipnosis, rutin-rutin ini seharusnya telah dieliminasi oleh hipnotist atau hipnoterapis. Dengan kata lain, terminasi merupakan proses untuk mengeliminasi rutin dalam proses hipnosis.
Contoh dari “rutin proses” antara lain:
- Setiap kali Anda menghembuskan nafas Anda, Anda merasakan getaran relaksasi yang teramat kuat dan dalam…
- Saat Anda masuk ke kamar Anda, Anda melihat ada seekor kucing gemuk di atas tempat tidur Anda…
- Buka laci meja itu dan Anda akan menemukan sebuah pisau di dalamnya…
- Bayangkan bahwa diri Anda sedang berada di sebuah ruangan yang sangat terang…
- Dan masih banyak lagi contoh rutin yang mungkin Anda gunakan.
Rutin yang paling umum dan paling banyak digunakan adalah rutin relaksasi. Rutin relaksasi menyebabkan berkurangnya kesadaran pikiran klien terhadap tubuhnya sehingga tubuhnya terasa lemas. Oleh karenanya, tanpa terminasi, klien akan merasa otot-ototnya lemas karena rutin ini masih bekerja di dalam pikiran bawah sadarnya.
Terminasi dilakukan dengan memberikan instruksi sugestif yang “bertentangan” dengan rutin yang diciptakan. Misalnya, untuk kasus otot yang lemah, salah satu komponen terminasi adalah “dan Anda merasakan kekuatan tubuh Anda kembali…”, “rasakan bahwa otot-otot Anda kembali normal…” dan sebagainya.
Salah satu teknik dasar lain yang digunakan untuk terminasi adalah dengan memberikan sugesti “dan kini kondisi tubuh Anda kembali normal sebagaimana biasanya”. Tetapi sugesti seperti ini berpotensi untuk “menghapus” sugesti pasca hipnosis.
Cara terbaik untuk melakukan terminasi adalah “tidak melakukannya hanya pada saat proses hipnosis akan diakhiri”. Maksud kami adalah:
- Rutin proses harus dicipatakan secara spesifik. Misalnya: ciptakan ruang khusus dimana suatu rutin akan diciptakan. Semua rutin berada di dalam ruang itu. Setelah selesai menggunakan rutin itu, berikan instruksi sugestif “keluar dari ruangan itu” dan semua rutin secara otomatis akan ditinggalkan. Ini merupakan terminasi spontan.
- Rutin proses sebagai gerbang hipnosis (gerbang trans) seperti rileks, tenang, damai, dan sebagainya, harus diterminasi pada akhir sesi hipnosis.
- Rutin proses harus diterminasi secara spesifik, bukan secara kolektif.
Satu hal penting lainnya adalah: terminasi berisi sugesti penguat yang berfungsi untuk menguatkan efek sugesti pasca hipnosis. Ini dilakukan dengan cara mengulangi sugesti pasca hipnosis, menyebutkan penambat dan pemicu bagi sugesti tersebut. Dalam hal ini pula, sugesti-sugesti positif lainnya diberikan untuk mengantarkan klien keluar dari kondisi hipnosis seperti “semakin Anda kembali ke kondisi sadar, Anda merasa semakin sehat, semakin kuat, dan semakin bahagia…”
Melalui penjelasan singkat di atas, Anda kini menyadari betapa pentingnya prosedur terminasi itu. Anda juga kini mengetahui bagaimana sebaiknya terminasi dilakukan.
Semoga bermanfaat.
Salam dari ujung Timur NTB
OJI MULYONO