Tubuh kita memiliki amygdala pusat rasa cemas sekaligus memori yang akan bekerja terlalu aktif saat menerima informasi.
Gangguan psikosomatis atau psikofisiologi merupakan kondisi dimana tekanan psikis berpengaruh terhadap keadaan fisiologis (somatik) secara negatif, sehingga berakibat adanya disfungsi atau kerusakan pada struktural organ.
Emosi yang negatif memengaruhi sistem otonom tubuh, hormon dan kekebalan terhadap beberapa penyakit. Oleh karena itu, gangguan yang dialami psikis seseorang dapat memunculkan gejala-gelaja psikosomatis yang bisa mengganggu fungsi tubuh seperti pada saluran pernafasan dan jantung.
Repetisi yang terjadi saat ini, tidak heran membuat kita was-was akan informasi penyebaran *Covid-19*. Setiap hari ada puluhan berita yang masuk notifikasinya ke smartphone kita, sehingga rekaman negatif berkaitan dengan wabah yang ada di pikiran bawah sadar seakan menyetir kita kearah ketakutan yang berlebih.
Amygdala yang bekerja berlebihan juga akan mengaktifkan sistem saraf otonom secara berlebihan. Sehingga tubuh akan selalu dalam kondisi siaga. Ketidakseimbangan itu yang membuat gejala psikosomatik muncul sebagai suatu reaksi untuk siap siaga menghadapi ancaman.
Langkah terbaik kita untuk mengurangi gejala psikosomatik akibat amygdala kita yg terlalu aktif ini adalah mengurangi dan membatasi informasi terkait dgn *COVID-19*, Tingkatkan kebersihan sekitar serta patuhi himbauan pemerintah saat ini. Penting juga untuk berbagi pesan optimisme kepada semua orang. Dan paling penting, jika ingin sebarkan berita dimohon untuk sebarkan berita dari sumber terpercaya.
Solusi terbaik yang bisa kita lakukan untuk keluarga serta diri pribadi kita adalah mengaplikasikan *Hypnoself*, dengan menjadikan pikiran positif sebagai tameng agar amygdala tidak mengambil peran. Serta *anchor* terbaik yang dapat dipicu kapanpun dan dimanapun ketika kita dalam kondisi panik.
*Selamat menyelami samudra ilmu*
Salam dari Timur NTB
Oji Mulyono